PENENTUAN NILAI HEMATOKRIT PADA IKAN MAS ( Cyprinus carpio ) – FISIOLOGI HEWAN AIR –


LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM

FISIOLOGI HEWAN AIR

PENENTUAN NILAI HEMATOKRIT

PADA IKAN MAS ( Cyprinus carpio )

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga kami masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk menyelesaikan laporan praktikum ini.

Laporan praktikum ini merupakan implementasi dari materi mata kuliah Fisiologi Hewan Air dengan judul “Penentuan nilai hematokrit pada Ikan Mas ( Cyprinus carpio ) pada hari Kamis, 13 November 2008 bertempat di Laboratorium FHA.

Terima kasih kami ucapkan kepada Dosen pembimbing atas bimbingan baik teori maupun praktek dalam penyelesaian laporan praktikum ini.

Kami menyadari bahwa laporan praktikum ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran, kritik dan masukan yang membangun demi kesempurnaan laporan praktikum ini.

Akhir kata, kami berharap semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat pada umumnya dan teman-teman perikanan pada khususnya.

Jatinangor, 18 November 2008

Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Darah adalah suatu fluida (yang dinamakan plasma) tempat beberapa bahan terlarut dan tempat eritrosit, leukosit dan beberapa bahan lain yang tersuspensi. Sistem peredaran darah terdiri dari jantung(yang merupakan pusat pemompaan darah), arteri (pembuluh darah dari jantung), kapiler (yang menghubungkan arteri dengan vena) dan vena (pembuluh darah yang menuju jantung). Sistem peredaran darah pada ikan disebut sistem peredaran darah tunggal. Yang dimaksud dengan peredaran darah tunggal adalah dimana darah hanya satu kali saja melewati jantung. Darah yang terkumpul dari seluruh tubuh masuk ke atrium. Pada saat relaksasi, darah mengalir pada sebuah katup kedalam ventrikel yang berdinding tebal. Kontraksi dari ventrikel ini sangat kuat sehingga menyebabkan darah keluar menuju jaringan kapiler insang lalu dari insang darah mengalir ke jaringan kapiler lain dalam tubuh. Pertukaran zat-zat pun terjadi pada saat pengaliran darah ini.

Darah berfungsi mengedarkan suplai makanan kepada sel-sel tubuh, membawa oksigen ke jaringan-jaringan tubuh, membawa hormon dan enzim ke organ yang memerlukan. Pertukaran oksigen terjadi dari air dengan karbondioksida terjadi pada bagian semipermeable yaitu pembuluh darah yang terdapat di daerah insang. Selain itu, di daerah insang terjadi pengeluaran kotoran yang bernitrogen.

Melalui sel darah, suatu organisme dapat pula diketahui sampai mana organisme tersebut mengalami pencemaran, baik itu dari media hidupnya dimana kualitas air tidak memenuhi syarat. Untuk mengetahui lebih lanjut dapat kita lihat dari presentase hematokrit yang terkandung dalam darah.

  1. Tujuan Praktikum

Untuk mengetahui nilai hematokrit pada ikan mas. Sehingga kami dapat menghitung dan menjadikannya suatu laporan nyata dari hasil praktikum.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

  1. Komposisi dan Fungsi darah

Darah mempunyai suatu komposisi yang terdiri dari dua komponen utama yaitu sel dan plasma. Sel terdiri atas sel-sel diskret yang memiliki bentuk khusus dan fungsi berbeda, sedangkan komponen dari plasma selain fibrinogen, juga terdapat ion-ion anorganik dan komponen organik untuk fungsi metabolik. Fungsi dari kedua komponen tersebut kadang-kadang terpisah, kadang-kadang bergabung. Contohnya penggumpalan darah dan produksi antibodi. Bahan-bahan untuk menggumpalkan darah berasal dari plasma adalah fibrinogen sedangkan dari sel darah putih adalah trombosit. yang mengandung bahan penyusun, diantaranya :

  1. Sel-sel (butir) darah

Sel darah merah merupakan bagian darah yang mempunyai bentuk.

Ada 3 macam sel darah :

–          Sel darah merah (Eritrosit)

Ikan sebagaimana vertebrata lain, memiliki sel darah merah (eritrosit) berinti dan berwarna merah kekuningan dengan bentuk dan ukuran bervariasi antara satu species dengan lainnya.

Eritrosit dewasa berbentuk lonjong, kecil dan berdiameter 7-36 mikron tergantung pada spesies ikannya. Jumlah eritrosit pada masing-masing species juga berbeda, tergantung aktivitas ikan tersebut. Pada ikan yang memiliki aktivitas tinggi seperti ikan predator blue marlin ( Makaria nigricans ) memiliki hematokrit 43% dan mackerel 52,5%, sedangkan pada ikan nototheniid ( Pagothenia bermachii ) hanya 21%. Tiap-tiap mm darah berkisar antara 20000 s.d. 3000000. Pengangkutan oksigen dalam darah bergantung kepada jumlah hemoglobin (pigmen pernapasan) yang terdapat dalam eritrosit.

Sel darah putih(Leukosit)

Sel darah putih (leukosit) memiliki jumlah antara 20000 s.d. 150000 tiap mm3 darah. Leukosit dapat dibedakan menjadi dua yaitu granulosit (leukosit yang bergranula) dan agranulosit (leukosit yang tidak bergranula). Berdasarkan penyerapan warna, granulosit terdiri dari neutrophil, acidophil (eosinophil) dan basophil. Agranulosit yang merupakan komponen terbesar leukosit terdiri dari limposit, monosit dan trombosit.

Keping Darah (trombosit)

Trombosit berperan penting dalam pembekuan darah. Berfungsi mencegah kehilangancairan tubuhpada kerusakan-kerusakan di permukaan tubuh.

  1. Plasma Darah
  2. 

Merupakan cairan darah yang umumnya terdiri dari :

  • Air mencakup 91-92%
  • Protein, sekitar 8-9% yang terdiri dari serum albumin, serum globulin dan fibrinogen.
  • Garam anorganik dalam bentuk ion sekitar 0,9% seperti

Anion   : Cl-, Co3 2-, Hco3-, SO4 2-, PO4-, I-

Kation  : Na+, K+. Ca2+, Mg2+, Fe3+

  • Substansi organik bukan protein, terdiri dari : Non protein Nitrogen, misalnya lipid, karbohidrat, glukosa, garam amonium, urea, asam urat, dll.
  • Gas terlarut dalam plasma.
  • Berbagai substansi lain seperti hormon, enzim dan anti toksin. Sel darah ikan memiliki inti yang menonjol dengan jumlah ± 2juta mm3 dan memiliki ukuran yang cukup konsistenyaitu umumnya sekitar 12 x 3 mikron dan memiliki sitoplasma yang kecil.

Menurut strukturnya, sel darah terdiri dari :

  • Membran sel yang merupakan dinding sel.
  • Bahan yang menyerupai spong yang disebut stroma.
  • Hemoglobin yang menempati ruang kosong pada stroma.

Menurut analisi kimia, sel darah merah terdiri dari dua macam senyawa yaitu protein dan lipid. Bentuk sel darah merah berubah ketika memasuki kapiler. Sel darah merah kaya akan macam-macam senyawa-senyawa seperti glukosa, enzim, garam-garam organik, dan garam-garam anorganik.

Darah memiliki fungsi utama yaitu menjaga keseimbangan pH tubuh. Fungsi utama sistem sirkulasi darah adalah sebagai media transport zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh juga untuk transport panas dari dan ke jaringan tubuh dan untuk mempertahankan diri dari serangan penyakit.

  1. Sirkulasi Darah

Variable dasar dalam sirkulasi darah

  1. Tekanan darah

–          Systoke (kontraksi), ventrikel menghasilkan tekanan dan aliran denyut yang berulang-ulang selama kontraksi.

–          Diastroke (relaksasi), periode relaksasi dan pengisian kembali sinus-venosis dan atrium.

  1. Aliran darah
  2. Frekuensi Cor (heart rate) : jumlah denyut per menit.
  3. Stroke volume : jumlah darah yang dipompa keluar dari ventrikel  per denyut.
  4. Volume total darah (volume cor), yang tidak tetap, tergantung :

–          Respon pengembalian vena

–          Sistem syraf simpatik

–          Adrenalin

–          Asetilkolin

Volume darah dipengaruhi :

  1. Evolusi yang terus-menerus, misalnya ikan primitif mempunyai volume darah lebih sedikit dari ikan sekarang.
  2. Ikan yang lebih aktif mempunyai volume darah lebih banyak daripada ikan non-aktif (sedentary).

Fungsi sirkulasi yang paling pnting selama aktifitas adalah pengangkutan oksigen, karena meningkatnya aktifitas otot tanpa diimbangi dengan meningkatnya ketersediaan oksigen sehingga menghabiskan sistem energi anaerobik dan akhirnya menjadi lelah (fatique).

Ikan yang mempunyai jumlah otot merah (anaerobik) banyak, biasanya lebih aktif dan mempunyai curah cor yang lebih banyak.

Dasar dari respons sistem sirkulasi terhadap meningkatnya kecepatan aktifitas adalah :

–          Meningkatnya curah cor.

–          Terdapat jumlah peningkatan dan mekanisme yang digunakan, bervariasi dengan cara hidup ikan dan spesies ikan.

  1. Hematokrit

Hematokrit menunjukkan persen sel darah merah dari sejumlah darah. Bila dikatakan hematokrit 40 (40%) berarti darah terdiri dari 40% sel darah merah dan 60% plasma dan sel darah putih. Nilai normal hematokrit tergantung pada jenis kelamin.

Ada 3 metode untuk menentukan nilai hematokrit, yaitu :

  1. Darah dimasukkan ke dalam tabung Winsrobe yang mempunyai skala, kemudian diputar dengan kecepatan 3000 putaran per menit selama setengah jam (sebelum dimasukkan ke dalam tabung darah diberi antikoagulan terlebih dahulu.
  2. Mikrohematokrit, pada metode ini digunakan tabung kapiler khusus, alat pemutar dan papan skala untuk menentukan % volume sel darah merah. Kecepatan pemutaran adalah 11000rpm selama 4 menit.
  3. Hematokrit dapat dilakukan secara elektronik. Pada metode ini menggunakan alat darah yang mampu meneruskan aliran, sedangkan sel darah merah bersifat menghambat aliran listrik darah yang telah dicampurdengan antikoagulan dihisap pada tabung khusus dan diselipkan pada alat baca. Dengan hanya menekan tombol, nilai hematokrit dapat dibaca pada galvanometer.

BAB III

ALAT, BAHAN DAN PROSEDUR

  1. Alat dan Bahan
  • Alat :

–          Centrifuge hematokrit

–          Disecting kit

–          Penjepit arteri gunting bergerigi

–          Pipa kapiler heparinez

–          Jarum besar / jarum

–          Timbangan

–          Wax

–          Hematokrit Reading Chart

  • Bahan :

–          Ikan Mas

  1. Prosedur

Langkah-langkah kerja :

Ikan mas

  1. Menimbang berat ikan Mas yang akan digunakan dalam praktikum.
  2. Membuat ikan tidak sadar dengan merusak otak bagian depan menggunakan disecting kit dengan cara menusuk lewat tengah hidung bagian kepala atas secara horizontal.
  3. Membedah tubuh ikan disekitar operculum sampai terlihat jantungnya.
  4. Menjepit Aorta ventralis dengan penjepit arteri, biarkan selama 2-3 menit hingga berwarna merah karena sinus venasus telah terisi darah.
  5. Melepaskan penjepit arteri, lalu menampung darah yang keluar dari sinus venasus dengan pipa kapiler sampai ¾ pipa terisi, usahakan jangan sampai ada gelembung gas pada pipa kapiler.
  6. Homogenkan darah dengan cara menggoyangkan pipa kapiler ke kiri dan ke kanan secara horizontal sambil diputar-putar.
  7. Menutup salah satu bagian pipa kapiler dengan malam.
  8. Memasukkan kedalam centrifuge dengan seimbang sekitar 4-5 menit.
  9. Menyesuaikan dengan hematokrit reading chart.
  10. Mencatat hasil pengamatan.

BAB IV

HASIL DAN PENGAMATAN

  1. Hasil Pengamatan

Untuk mengetahui nilai hematokrit dalam percobaan ini digunakan dengan menggunkan Sentrifugasi Hematokrit, yang kemudian hasil dari sentrifugasi tersebut dibandingkan dengan nilai pada Hematokrit Reading Chart. Tabel

Pengamatan nilai hematokrit pada ikan mas.

LABORATORIUM BOBOT( gram ) HEMATOKRIT( %)
Lab. Kering 100 52
Lab. Fisiologi hewan air   52
Lab. Biologi Perairan   52
  1. Pembahasan

Dari hasil percobaan yang dilakukan didapatkan hasil, yaitu persentase hematokrit yang menunjukan nilai persentase sel darah merah. Pada percobaan kelompok Lab.Kering yang menggunakan ikan mas dengan berat ……….. gram, dilakukan pada 2 buah pipa kapiler, didapatkan rata-rata nilai hematokritnya 52% . Hal ini berarti darahnya terdiri dari 52% sel darah merah dan 48% terdiri dari plasma. Pada percobaan yang dilakukan terhadap sel darah dari ikan Mas, didapatkan hasil sebagai berikut :

  • Laju metabolisme mempengaruhi nilai hematokrit dari suatu individu dengan cara hidup ikan, jenis kelamin ikan dan spesies ikan;
  • Darah pada pipa kapiler belum homogen;
  • Keterbatasan dari sentrifugasi dengan menggunakan Sentrifugasi Mikro Hematokrit, baik itu karena kesalahan manusia ataupun karena keterbatasan alat;
  • Tidak sempurnanya penutupan ujung pipa kapiler dengan malam/wax sehingga terjadi hilangnya dari pipa kapiler setelah dilakukan sentrifugasi.

BAB V

KESIMPULAN

  1. Darah terdiri dari dua kelompok besar yaitu sel darah dan plasma darah;
  2. Secara umum sistem peredaran darah pada semua vertebrata adalah sama, meskipun perbedaan-perbedaan mendetail tetap ada di antara setiap kelompok hewan. Hal tersebut tergantung anatomi, fisiologi, dan kondisi lingkungan.
  3. Untuk mengetahui jumlah sel darah merah dalam darah dapat dilihat dari nilai hematokritnya;
  4. Nilai hematokrit ini berhubungan dengan laju metabolisme, cara hidup ikan, jenis kelamin ikan dan spesies ikan tersebut;
  5. Semakin tinggi nilai hematokrit semakin tinggi pula jumlah sel darah merahnya;
  6. Ada korelasi yang kuat antara hematokrit dan jumlah hemoglobin darah, semakin rendah jumlah sel-sel darah merah maka semakin rendah pula kandungan hemolobin darah. Lap Hematokri1t
    • Elma Ismail
    • January 29th, 2011

    thanks infonya

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: