PEMURNIAN MIKROBA – MIKROBIOLOGI -


LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM

“ PEMURNIAN MIKROBA “ 

MIKROBIOLOGI

 DISUSUN OLEH :

TRIANDA SURBAKTI

(23011090056)

Kelompok A7

PROGRAM STUDI PERIKANAN

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS PADJADJARAN

JATINANGOR

2010

Bab I

Pendahuluan

1.1. Latar Belakang

Kita mengetahui banyak sekali jenis mikroba yang sudah diketahui, maupun yang belum. Dalam setiap kegiatan kita seperti bersentuhan tangan, buang air besar, bersin, dll mengandung banyak sekali mikroba didalamnya.

Dalam hal ini sudah praktikan dipersiapkan untuk melakukan dimana bertujuan untuk mengembangbiakkan mikroba murni atau mikroba homogen yang dimaksudkan bakteri yang terkandung adalah sejenis, dalam praktikumnya kita disiapkan untuk steril dan higienis dari mikroba agar media pemurnian mikroba tidak terkontaminasi. Dalam pemurnian mikroba dikenal istilah yaitu isolasi mikroba dan kultur murni. Isolasi mikroba adalah memindahkan mikroba dengan lingkungannya dengan mengisolasi mikroba bakteri yang diperlukan atau dengan kata lain mikroba yang tidak kita butuhkan segera di singkirkan, sehingga diperoleh kultur murni atau biakan murni. Kultur murni ialah kultur yang sel-sel mikrobanya berasal dari pembelahan dari satu sel tunggal.

Oleh karena itu, pentingnya praktikum pada kegiatan kali ini dimaksudkan agar praktikan dapat memahami dan mentrampilkan pemurnian mikroba dalam kehidupan yang lebih kompleks. Dalam praktikum tidak lupa juga diharapkan ketelitian dan kestrerilan praktikan, karena semua berpengaruh pada individu praktikan.

1.2.           Tujuan Praktikum

Praktikum pemurnian mikroba ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan praktikan dalam melakukan proses pemurnian mikroba yang berasal dari kultur mikroba.

BAB II

Tinjauan Pustaka

Isolasi Mikroba

Di alam populasi mikroba tidak terpisah sendiri menurut jenisnya, tetapi terdiri dari campuran berbagai macam sel. Di dalam laboratorium populasi bakteri ini dapat diisolasi menjadi kultur murni yang terdiri dari satu jenis yang dapat dipelajari morfologi, sifat dan kemampuan biokimiawinya.

Dalam pengaplikasiannya dikenal banyak teknik dalam pengambilan sampel. Dapat dilihat dibawah teknik-teknik berikut :

2.1 Teknik Pengambilan Sampel

Sebelum melakukan isolasi terlebih dahulu dilakukan pengambilan sampel. Berikut

merupakan prosedur pengambilan sampel.

1. Sampel tanah

Jika mikroorganisme yang diinginkan kemungkinan berada di dalam tanah, maka cara pengambilannya disesuaikan dengan tujuan dan kebutuhan. Misal jika yang diinginkan mikroorganisma rhizosfer maka sampel diambil dari sekitar perakaran dekat permukaan hingga ujung perakaran.

2. Sampel udara

Jika mikroba yang diinginkan adalah berada di udara sekitar, misalnya di kamar mandi, ruangan dan lain-lain, maka caranya hanya dengan membuka tutup cawan petri yang berisi media steril selama ±5 menit.

3. Sampel air

Pengambilan sampel air bergantung kepada keadaan air itu sendiri. Jika beerasal dari air sungai yang mengalir maka botol dicelupkan miring dengan bibir botol melawan arus air. Bila pengambilan sampel dilakukan pada air yang tenang, botol dapat dicelupkan dengan tali, jika ingin mengambil sampel dari air keran maka sebelumya keran dialirkan dulu beberapa saat dan mulut kran dibakar.

2.2 Isolasi Dengan Cara Pengenceran (Dilution)

2.2.1 Teknik Preparasi Suspensi

Sampel yang telah diambil kemudian disuspensikan dalam akuades steril. Tujuan dari teknik ini pada prinsipnya adalah melarutkan atau melepaskan mikroba dari substratnya ke dalam air sehingga lebih mudah penanganannya. Macam-macam preparasi bergantung kepada bentuk sampel.

a. Swab (ulas), dilakukan menggunakan cotton bud steril pada sampel yang memiliki permukaan luas dan pada umumnya sulit dipindahkan atau sesuatu pada benda tersebut. Contohnya adalah meja, batu, batang kayu dll. Caranya dengan mengusapkan

cotton bud memutar sehingga seluruh permukaan kapas dari cotton bud kontak dengan

permukaan sampel. Swab akan lebih baik jika cotton bud dicelupkan terlebih dahulu ke

dalam larutan atraktan semisal pepton water.

b. Rin se (bilas) ditujukan untuk melarutkan sel-sel mikroba yang menempel pada permukaan substrat yang luas tapi relatif berukuran kecil, misalnya daun bunga dll. Rinse merupakan prosedur kerja dengan mencelupkan sampel ke dalam akuades dengan perbandingan 1 : 9 (w/v). Contohnya sampel daun diambil dan ditimbang 5 g kemudian dibilas dengan akuades 45 ml yang terdapat dalam beaker glass.

c. Maseration (pengancuran), sampel yang berbentuk padat dapat ditumbuk dengan mortar dan pestle sehingga mikroba yang ada dipermukaan atau di dalam dapat terlepas kemudian dilarutkan ke dalam air. Contoh sampelnya antara lain bakso, biji, buah dll. Perbandingan antar berat sampel dengan pengenceran pertama adalah 1 : 9 (w/v). Untuk sampel dari tanah tak perlu dimaserasi.

2.2.2 Teknik Pengenceran Bertingkat

Tujuan dari pengenceran bertingkat yaitu memperkecil atau mengurangi jumlah mikroba yang tersuspensi dalam cairan. Penentuan besarnya atau banyaknya tingkat pengenceran tergantung kepada perkiraan jumlah mikroba dalam sampel. Digunakan perbandingan 1 : 9 untuk sampel dan pengenceran pertama dan selanjutnya, sehingga pengenceran berikutnya mengandung 1/10 sel mikroorganisma dari pengenceran sebelumnya.

2.3 Teknik Penanaman

2.3.1 Teknik penanaman dari suspensi

Teknik penanaman ini merupakan lanjutan dari pengenceran bertingkat. Pengambilan suspensi dapat diambil dari pengenceran mana saja tapi biasanya untuk tujuan isolasi (mendapatkan koloni tunggal) diambil beberapa tabung pengenceran terakhir.

2.3.2 Spread Plate (agar tabur ulas)

Spread plate adalah teknik menanam dengan menyebarkan suspensi bakteri di permukaan agar diperoleh kultur murni. Adapun prosedur kerja yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :

· Ambil suspensi cairan sebanyak 0,1 ml dengan pipet ukur kemudian teteskan di atas permukaan agar yang telah memadat.

· Batang L atau batang drugal diambil kemudian disemprot alkohol dan dibakar diatas bunsen beberapa saat, kemudian didinginkan dan ditunggu beberapa detik.

· Kemudian disebarkan dengan menggosokannya pada permukaan agar supaya tetesan suspensi merata, penyebaran akan lebih efektif bila cawan ikut diputar.

· Hal yang perlu diingat bahwa batang L yang terlalu panas dapat menyebabkan sel-sel mikroorganisme dapat mati karena panas.

2.3.3 Pour Plate (agar tuang)

Teknik ini memerlukan agar yang belum padat (>45oC) untuk dituang bersama suspensi bakteri ke dalam cawan petri lalu kemudian dihomogenkan dan dibiarkan memadat. Hal ini akan menyebarkan sel-sel bakteri tidak hanya pada permukaan agar saja melainkan sel terendam agar (di dalam agar) sehingga terdapat sel yang tumbuh dipermukaan agar yang kaya O2 dan ada yang tumbuh di dalam agar yang tidak banyak begitu banyak mengandung oksigen. Adapun prosedur kerja yang dilakukan adalah sebagai berikut :

· Siapkan cawan steril, tabung pengenceran yang akan ditanam dan media padat yang

masih cair (>45oC)

· Teteskan 1 ml secara aseptis.suspensi sel kedalam cawan kosong

· Tuangkan media yang masih cair ke cawan kemudian putar cawan untuk menghomogenkan suspensi bakteri dan media, kemudian diinkubasi

Alasan diteteskannya bakteri sebanyak 0,1 ml untuk spread plate dan 1 ml untuk pour
plate karena spread plate ditujukan untuk menumbuhkan dipermukaanya saja,
sedangkan pour plate membutuhkan ruang yang lebih luas untuk penyebarannya
sehingga diberikan lebih banyak dari pada spread plate.

2.4 Teknik Penanaman dengan Goresan (Streak)

Bertujuan untuk mengisolasi mikroorganisme dari campurannya atau meremajakan kultur ke dalam medium baru.

Kultur murni

Kultur murni adalah kultur yang sel-sel mikrobanya berasal dari pembelahan dari satu sel tunggal, artinya mikroba ditumbuhkembangkan dari bakteri yang dihomogenkan dengan kata lain bakteri di isolasikan agar didapatkan bakteri murni yang dibutuhkan nantinya dalam kegiatan praktikum. Objek yang harus diperhatikan adalah bakteri.

Bakteri adalah salah satu contoh mikroorganisme yang penting dan memiliki bentuk yang beragam. Pada umumnya bakteri berhubungan dengan makanan. Adanya bakteri dalam bahan pangan dapat mengakibatkan pembusukan yang tidak diinginkan atau menimbulkan penyakit yang ditularkan melalui makanan atau dapat melangsungkan fermentasi yang menguntungkan.

Dilakukan serangkaian pengenceran terhadap zat tersebut untuk mengisolasi bakteri dari tanah/benda padat yang mudah tersuspensi atau terlarut atau zat cair. Misalnya suatu sampel dari suatu suspensi yang berupa campuran diencerkan dalam suatu tabung tersendiri secara berkelanjutan dari suatu tabung ke tabung lain. Pertumbuhan bakteri pada medium agar pada umumnya berbentuk koloni berupa lendir dan mengkilap. Pemurnian dengan suhu inkubasi 30ºC selama 2 x 24 jam.

Selain bakteri, di alam masih terdapat mikroorganisme lain seperti khamir dan fungi. Khamir termasuk fungi, tetapi dapat dibedakan dari kapang karena bentuknya yang uniseluler, dan memiliki ukuran 5 dan 20 mikron. Biasanya berukuran 5 sampai 10 kali lebih besar dari bakteri. Sumber khamir terutama terdapat pada daun-daun, bunga-bunga, eksudat dari tanaman, buah lewat masak, tanah kebun buah, serta khamir yang banyak di jual dipasaran.

Khamir/yeast dapat tumbuh dalam media cair dan pada dengan cara yang sama dengan bakteri. Penampakan pada medium akan tampak seperti koloni bakteri, hanya saja koloninya tidak mengkilap.

Fungi/kapang sangat berlawan dengan bakteri dan khamir/yeast, seringkali dapat dilihat oleh mata. Bentuk khas yang dimiliki oleh kapang adalah adanya filamen (miselium). Inilah yang membedakannya dengan mikroorganisme lainnya.

Fungi mempunyai bentuk seperti kapas dan biasanya terlihat pada kertas- kertas koran basah, kulit yang sudah usang, dinding basah, buah-buahan yang membusuk dan bahan pangan lain seperti keju dan selai. Sumber fungi hampir sama dengan bakteri, hanya saja perbedaannya populasi fungi di air lebih sedikit dan fungi lebih menyukai pH lingkungan yang rendah. Pemurniannya dengan suhu inkubasi 28ºC selama 2 x 24 jam.

Pengukuran kuantitatif populasi suatu mikroba dapat dilakukan dengan penentuan jumlah sel dan penentuan massa sel. Ada berbagai macam cara untuk mengukur jumlah sel antara lain dengan hitungan cawan, hitungan mikroskopis langsung, atau dengan alat colony counter.

BAB III

Metodelogi Kegiatan

3.1.      Waktu Dan Tempat

  • Waktu pelaksanaan praktikum mikroba antagonis : 17 Desember 2010.
  • Tempat pelaksanaan : Laboratorium TIHP FPIK UNPAD

3.2  Alat Dan Bahan

a. Alat

Peralatan utama yang dibutuhkan dalam proses pemurnian mikroba antara lain adalah :

  1. Peralatan gelas, seperti tabung reaksi, cawan petri, gelas ukur,  labu Erlenmeyer, gelas beker.
  2. Peralatan logam, seperti ose dan pinset
  3. Kompor gas

b. Bahan

Bahan utama yang digunakan dalam proses pemurnian mikroba antara lain adalah :

  1. Kultur mikroba
  2. Media agar

c.   Kertas sampul buku (coklat).

3.3.      Prosedur Kerja

Adapun prosedur kerja pemurnian mikroba adalah sebagai berikut :

  1. Siapkan sebuah cawan petri yang sudah disterilisasi.  Buka bungkusnya.
  2. Siapkan tabung reaksi dan masukkan ke dalamnya 1 ml air akuades.
  3. Ambil kultur mikroba yang tumbuh pada media agar tegak, miring atau lempeng.  Amati dan tentukan mikroba mana yang akan dimurnikan.
  4. Ambil ose yang ujungnya berbentuk bundar.
  5. Hidupkan lampu Bunsen.  Lakukan proses sterilisasi ose.
  6. Ambil mikroba yang akan dimurnikan dengan menggunakan ose steril.  Pengambilan mikroba cukup dengan menyentuhkan ose ke mikroba yang akan dimurnikan.
  7. Celupkan ose ke akuades yang terdapat pada tabung reaksi.  Aduk beberapa kali agar semua mikroba yang menempel pada ose menjadi terlepas.
  8. Tuangkan secara aseptik seluruh cairan yang ada di tabung reaksi ke cawan petri.  Lakukan hal yang sama terhadap media agar yang telah disiapkan.  Lakukan pengadukan dengan cara menggerakkan cawan petri secara perlahan di atas permukaan meja membentuk angka delapan.
  9. Simpan cawan petri dalam incubator dan lakukan inkubasi selama 2 x 24 jam pada suhu 37oC.
  10. Setelah diinkubasi, lakukan pengamatan terhadap mikroba yang tumbuh.  Perhatikan apakah mikroba yang tumbuh sudah murni atau belum.

BAB IV

Hasil dan Pembahasan

Bagaimana hasil kerjanya, apakah sudah sesuai dengan tujuan praktikum. Mengapa demikian? Buat pembahasan mengenai kegiatan praktikum mengenai pemurnian mikroba yang Saudara telah kerjakan.  Kesimpulan apa yang Saudara dapatkan?

Pada hasil praktikum dapat diperoleh data dari kelompok lain seperti berikut :

Kelompok 1    : Tidak Murni

Kelompok 2    : Tidak Murni

Kelompok 3    : Tidak Murni

Kelompok 4    : Murni

Kelompok 5    : Murni

Kelompok 6    : Tidak Murni

Kelompok 7    : Murni

Kelompok 8    : Murni

Kelompok 9    : Tidak Murni

Kelompok 10  : Tidak Murni

Dari data kelompok lain berikut didapatkan data yang berbeda dalam pemurnian mikroba, ketelitian praktikan juga sangat berpengaruh dalam hasil praktikum.

Pada praktikum ini cara pengambilan mikroba yang akan dimurnikan dengan menggunakan ose steril.  Pengambilan mikroba cukup dengan menyentuhkan ose ke mikroba yang akan dimurnikan dan celupkan ke dalam tabung reaksi yang sudah berisi 1 ml air aquades. Sentuhan dilakukan pada koloni mikroba yang terlihat sejenis, biasanya berbentuk lingkaran dan memiliki warna yang sama. Dan cara pengambilan dilakukan dengan sentuhan karena untuk memperkecil kemungkinan mikroba yg tidak sejenis terikut.

Setelah cawan petri disimpan dalam incubator dan dilakukan inkubasi selama 2 x 24 jam pada suhu 37º C.

Hasil dari praktikum pemurnian mikroba didapatkan hasilnya murni, karena didapatkan warna hasil dalam cawan petri yang memliki warna kuning keseluruhan, jadi dapat disimpulkan bahwa mikroba yang didapat murni sejenis atau homogen.

Dari hasil praktikum, singkatnya kelompok kami mendapatkan hasil sejenis karena dalam prosedur praktikum yang teratur dan menjaga kesterilan. Dan intinya pemurnian mikroba dapat terwujud apabila dalam prosedur yang teratur, dan menjaga kesterilan. Pemurnian mikroba adalah suatu cara atau mekanisme dimana dengan maksud untuk mendapatkan mikroba yang dibutuhkan atau diinginkan, dan dalam kehidupan yang lebih kompleks lagi pemurnian mikroba ini dimaksud dengan tujuan mengembangkan jenis mikroba yang menurut bagi kalangan peneliti ataupun industri dengan maksud untuk komersial, seperti pemanfaatan L.casei shirota strein untuk melancarkan pencernaan yang dimanfaarkan oleh industri Yakult.

BAB V

Kesimpulan dan Pendalaman

5.1. Kesimpulan

Kesimpulan dari hasil praktikum pemurnian mikroba ini adalah suatu proses dimana mikroba diharapkan pemanfaatan mikroba sejenis yang dengan cara seperti tertera pada prosedur diatas.

Mikroba yang telah homogen dapat diketahui spesies bakteri tersebut, dengan cara melihat dengan lup atau mikroskop.

Didalam pengaplikasian mikroba sejenis sangat berguna dalam kehidupan masa kini yang serba modern, yang dengan memanfaatkan fungsi bakteri dengan maksimal, seperti minuman fermentasi, makanan fermentasi, ataupun antibiotik yang notabennya sangat dibutuhkan bagi masyarakat luas, karena bentuknya yang praktis dan lebih efisien.

5.2. Pendalaman

Untuk meningkatkan pemahaman mengenai pemurnian mikroba, praktikan diwajibkan menjawab pertanyaan berikut ini :

  1. Apa manfaat yang diperoleh dengan melakukan pemurnian mikroba?

Manfaat dari pemurnian mikroba ini sangat kompleks,

1. kita dapat mengetahui jenis mikroba yang sejenis.

2. mempermudah untuk mengembangbiakkan mikroba yang dibutuhkan.

3. dalam bidang industri, pemurnian mikroba ini berguna untuk komersialitas.

4. dalam bidang pengetahuan, berguna sebagai contoh ilmu terapan kepada pelajar.

5. dalam bidang perikanan, berguna untuk mengetahui mikroba yang sangat dibutuhkan untuk kegiatan seperti pengawetan, upgrade gizi, dll.

  1. Mengapa pengambilan mikroba yang akan dimurnikan cukup dilakukan dengan menyentukan ose ke permukaan populasi mikroba dan tidak disarankan untuk mencungkilnya ?

Pengambilan mikroba yang akan dimurnikan cukup dilakukan dengan menyentuhkan ose ke permukaan populasi mikroba dan tidak disarankan untuk mencungkilnya karena dimaksudkan dengan cukup menyentuhnya supaya populasi yang diharapkan saja yang terangkut, karena koloni mikroba akan bersama-sama terus, dan salah satu cara cukup disentuh dengan ose bulat.

Tidak disarankan mencungkilnya karena dari hasil cungkilan itu mengandung banyak jenis mikroba alhasil praktikum kita gagal. Karena bakteri yang kita harapkan tidak didapatkan.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, http://www.scribd.com/doc/26251704/Isolasi-Dan-Pemurnian-Mikroba

Anonim, http://www.pdfchaser.com/Isolasi-dan-Identifikasi-Bakteri-Probiotik-dari-Ikan-Kerapu-Macan-….html

Anonim, http://www.docstoc.com/docs/27558449/isolasi-bakteri

Anonim, http://kuliahdanpenelitian.wordpress.com

About these ads
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 831 other followers

%d bloggers like this: